Administrator Tue 18 Jul, 2017
.jpg)
“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Ali-Imron:31). Ini adalah perintah kepada seseorang untuk memerintahkan kepada orang lain lagi. Yaitu Allah memerintahkan Muhammad SAW, supaya Muhammad SAW memberitahu kepada semua orang agar kita mencintai Allah. Kalau kita mencintai Allah maka sebenarnya Allah akan mengasihi dan menyayangi kita dan mengampuni dosa-dosa kita. Dan Rasulullah SAW adalah panutan yang harus diikuti, bahkan sebagaimana diungkapkan Micahel Hart. Menurut penulis buku “The 100” itu, Nabi Muhammad SAW paling berpengaruh karena Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang semua ajarannya dilakukan dalam kehidupannya sendiri. Nabi-nabi yang lain ada yang singkat umurnya atau terbatas kaumnya. Semua ajaran Nabi dipraktekan dalam kehidupannya.
Ada 2 hal yang pokok dalam inti ajarannya Rasulullah SAW. Yang pertama adalah tauhid, mengesakan Tuhan, memuja hanya satu Tuhan, mengabdi dan beribadah hanya untuk satu Tuhan, beribadah apapun hanya diniatkan untuk satu Tuhan. Yang kedua yang paling monumental dan tidak ada yang menandinginya, adalah ajaran moral, ajaran akhlaq. Dan ini dipraktekan oleh Rasulullah, bahkan suatu waktu ketika Aisyah (istri Nabi) ditanya tentang bagaimana akhlaq Nabi Muhammad SAW, Siti Aisyah menjawab “cukup diketahui bahwa akhlaq Nabi adalah Al Quran”, tidak meleset satupun, persis seperti apa yang termuat dalam Al-Quran. Apakah itu kasih-sayangnya, kedermawanannya, kejujurannya, keikhlasan, kesabaran, dan perbuatan-perbuatan lainnya,. Oleh karena itu jika kita berbicara tentang ukhuwah islamiyah, prinsipnya adalah persaudaraan umat muslim se-dunia tanpa membedakan suku, warna kulit, mata, daerah, tempat tinggal dan sebagainya, semua itu adalah suatu ukhuwah islamiyah. Jika kita berbicara persaudaraan harus didahului rasa kekerabatan yang kuat, yaitu perasaan sebagai saudara. Jika itu sudah kuat, maka niscaya ukhuwah islamiyah akan terwuud.
Ada yang tidak disukai Rasulullah SAW, yaitu adalah riya, orang yang membanggakan diri paling kaya, paling bagus. Jangan sampai ada diantara kita yang sudah bagus kasih sayangnya tapi diiringi riya. Yang kedua adalah rasa sombong, rasa ujub, rasa takabur. Karena persaudaraan tidak akan muncul jika dalam perasaan kita ada perasaan riya, ujub. Dan yang ketiga adalah perasaan hasad, dengki yang bisa muncul sewaktu-waktu. Karena jika ketiga hal ini ada pada diri seseorang maka persaudaraan tidak akan muncul. Mari kita tanamkan sifat-sifat Rasulullah SAW, setidaknya jujur, kasih sayang, sabar, dermawan, dan kita hindari sifat yang dibenci Rasulullah SAW terutama riya, takabur dan dengki.
Dalam Islam inti perbuatannya ada di hati, berbeda dengan ilmu lain yang timbul karena ada rangsangan dari kondisi atau tantangan yang ada. Dalam Islam, hati-lah yang mengendalikan perbuatan seseorang, jika bagus hatinya maka bagus perbuatannya. Oleh karena itu dalam memperingati maulid Nabi Muhammad SAW mari kita perbaiki tauhid kita agar semakin kuat, jangan percaya pada yang lain, melainkan hanya percaya dan iman kepada Allah SWT. Yang kedua adalah perbaiki akhlaq, karena hanya dengan meneladani akhlaq Rasulullah SAW, umat Islam akan maju sebagaimana umat Islam di zaman Rasulullah SAW, yang menerapkan akhlaqul karimah pada masanya terutama di Madinah pada waktu itu. Yang utama adalah perbuatan, mari sama-sama kita renungkan agar perbuatan kita semakin baik hari demi harinya.
Cari postingan kami
Postingan terbaru
- Kegiatan Ulang Tahun TK Islam Al Muttaqin Ke 25
- Kegiatan Sanlat Ramadhan 1435 H
- Tausiyah Ustadz Zainudin
- Tausiyah Ahmad Djohar Arifin
- Tausiyah Prof Ismail Ariyanto